Rabu, 09 September 2015

07011. MANAJER KRISIS ATAU KRISIS MANAJER. Innal Illahi wa inna Ilaihi rozjiun, saya turut berduka cita yg se-dalam2-nya utk saudara2 kami yg tertimpa bencana gempa bumi dan tsunami di profinsi Aceh dan Sumatra Utara, semoga Allah yg maha kuasa mengampuni segala dosa dan kesalahan para korban, serta digolongkan kpd para suhada. Kepada kami yg ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan utk bangun dan berdiri tegak, berpegangan tangan dlm membangun bumi pertiwi dg lebih baik dan bijaksana. Saya sependapat dg tulisan r.Ir.Sutarman MSc, tentang System Logistik, Kunci Rekonstruksi Aceh (pr.050105), kususnya tentang “proses mobilisasi bantuan seakan tak terencana dengan baik, menurut hemat saya penanganan darurat evakuasi bencana alam / tsunami (debat) di Aceh, kurang terpola dg baik, jika ada polanya, atau setidaknya ada masalah dg polanya. Karena tdk bisa pergi ke Aceh sementara melihat tayangan Metro TV saya mencoba membayangkan berada diatas Banda Aceh, diatas pantai Lhok Nga di Sabang dan Gunung Sitoli tahun 1980an. Mengurai segala kegiatan yg pantas dilakukan dlm prosedur debat (prodebat), menyusunnya dlm pola kegiatan network planning diagram (npd). Mulai dari, sub system penetapan bencana, sub sytem evakuasi, sub system jalur acces & logistic dan catu daya komunikasi dan bbm (sub system informasi darurat evakuasi bencana alam / tsunami (simdebat) belum saya buat, npd system terpadu dan barchat terpadu dengan skala waktu per lima menit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar